Desa-desa Pesisir Tenggelam di Pemalang, Rizal Bawazier Minta Pemerintah Segera Bangun Tanggul Permanen!

  • Bagikan
banner 468x60

Pemalang, Jawa Tengah – Dampak masif banjir rob di pesisir utara Kabupaten Pemalang kian mengkhawatirkan, melumpuhkan ekonomi warga dan menenggelamkan desa-desa. Merespons kondisi kritis ini, Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier, menegaskan komitmennya untuk mendesak pemerintah pusat agar memprioritaskan pembangunan Tanggul Laut Raksasa (Giant Sea Wall) sebagai solusi permanen.

Dalam kegiatan resesnya di Pantai Kertosari pada Kamis (23/10/2025), Rizal Bawazier menyatakan bahwa ia akan berjuang keras agar proyek Giant Sea Wall untuk kawasan Ulujami, Pemalang, hingga Batang bagian barat segera masuk program dan direalisasikan.

Example 300x600

Sejumlah kepala desa dan perwakilan warga yang hadir menyampaikan keluhan seragam mengenai kerugian finansial yang terus berulang akibat rob. Kepala Desa Kertosari, Supriyanto, menyoroti parahnya kerusakan infrastruktur dan lahan produktif.

“Yang paling parah itu di Desa Blendung, hampir semua pemukiman tergenang air rob,” ujar Supriyanto. “Di Kertosari, hanya sekitar 20 persen lahan yang masih bisa ditanami. Tambak pun hampir semuanya berhenti beroperasi.”

Kondisi ini menghantam keras warga yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian dan perikanan. Kerusakan lahan produktif dan terhentinya operasi tambak telah menyebabkan kerugian finansial yang menahun dan memiskinkan masyarakat pesisir.

 

Desakan Keras kepada Menteri AHY: Target 2026

Menanggapi keparahan masalah ini, politikus asal Dapil X Jawa Tengah tersebut berjanji akan langsung berkoordinasi dengan pejabat tinggi di pusat guna mempercepat realisasi proyek penanganan rob.

“Untuk wilayah Ulujami, Pemalang, hingga Batang bagian barat, saya minta agar pembangunan tanggul raksasa bisa dimasukkan ke program tahun 2026,” tegas Rizal.

Ia menyebut akan langsung menghubungi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), agar proyek Giant Sea Wall ini ditetapkan sebagai prioritas nasional.

Rizal menekankan perlunya solusi struktural yang masif, bukan sekadar solusi mitigasi jangka pendek.

“Kita fokus mendesak pemerintah, khususnya Pak AHY. Kita tidak mau hanya mengandalkan mangrove. Kita butuh tanggul permanen atau Giant Sea Wall,” katanya, menggarisbawahi perlunya struktur pertahanan yang kokoh.

Mengenai pendanaan, Rizal menjelaskan bahwa proyek tanggul raksasa yang diperkirakan menelan biaya besar dapat dibiayai melalui APBN maupun pelibatan investor swasta.

Pelibatan investor swasta dinilai penting bukan hanya untuk menutup kebutuhan anggaran, tetapi juga untuk memberikan nilai tambah ekonomi di sepanjang pesisir.

“Kalau ada investor, tentu bisa dimanfaatkan juga untuk kawasan industri atau rekreasi di sepanjang pesisir. Jadi ada manfaat ekonomi tambahan, tidak hanya tanggulnya saja,” tutur Rizal.

Dengan realisasi proyek ini, diharapkan persoalan banjir rob di pesisir utara Pemalang dapat teratasi secara menyeluruh, sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan ekonomi baru di wilayah tersebut, seperti yang juga diutarakan oleh Menko AHY sebagai upaya mitigasi banjir rob.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *