BATANG – Bagi Anda para sopir maupun pemilik armada truk sumbu tiga atau lebih yang kerap melintasi jalur Pantura Jawa Tengah, bersiaplah untuk mengubah rute perjalanan. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batang kini tengah memperketat pengawasan dan mengarahkan kendaraan berat untuk beralih ke jalur bebas hambatan melalui Gerbang Tol (GT) Kandeman menuju Pemalang.
Langkah tegas ini diambil bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi (Anev) Korlantas Polri, tingkat fatalitas kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar di jalur arteri Pantura—khususnya wilayah Pekalongan, Batang, hingga Pemalang—tercatat masih sangat tinggi. Selain demi keselamatan bersama, bercampurnya truk raksasa dengan aktivitas padat masyarakat di kawasan perkotaan kerap menjadi pemicu utama kemacetan parah.
Lantas, apa saja alasan kuat mengapa Anda wajib masuk Tol Batang-Pemalang mulai sekarang? Berikut tiga poin penting yang perlu dicatat:
1. Jalur Arteri Terikat Aturan Pembatasan Harian
Mulai pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB, jalur arteri Pantura ruas Pemalang-Pekalongan-Batang sebenarnya harus steril dari kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas. Artinya, ruang gerak Anda di jalur bawah sangat terbatas pada siang hari. Aturan ini akan diterapkan jauh lebih ketat pada masa libur nasional dan angkutan Lebaran.
Catatan: Pengecualian hanya berlaku bagi armada pengangkut kebutuhan vital seperti BBM, BBG, pupuk, hewan ternak, dan bantuan bencana alam.
2. Ada Insentif Diskon Tarif Tol 20 Persen
Masalah biaya tol yang tinggi sering kali menjadi alasan para sopir enggan naik ke jalur bebas hambatan. Menjawab keluhan tersebut, Anggota DPR RI Dapil Jateng X, Rizal Bawazier, mengungkapkan bahwa pemerintah telah meluncurkan insentif khusus demi meringankan beban operasional angkutan logistik.
“Tidak ada di jalan tol di Indonesia yang memberikan diskon hingga 20 persen selain Tol Pemalang-Kandeman Batang. Ini kita perjuangkan sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat,” tegas Rizal Bawazier, Senin (18/5/2026).
Dengan adanya potongan tarif seperlima dari harga normal ini, biaya operasional perusahaan dinilai tetap efisien jika dibanding risiko waktu yang habis akibat kemacetan di jalur bawah.
3. Demi Keselamatan Bersama dan Menekan Fatalitas
Aspirasi masyarakat di sepanjang jalur Pantura sudah sangat bulat: mereka menginginkan jalan raya yang lebih aman. Kasatlantas Polres Batang, AKP Eka Hendra Ardiansyah, menjelaskan bahwa sosialisasi dan pendekatan persuasif di lapangan akan terus digencarkan agar para pengemudi sadar akan tingginya risiko kecelakaan fatal di jalur arteri.
“Kami menghimbau kepada para pengelola maupun pemilik kendaraan sumbu tiga untuk menggunakan jalur tol, khususnya masuk dari Kandeman dan keluar di wilayah Pemalang,” ujar AKP Eka, Selasa (19/5/2026).
Dengan memanfaatkan Tol Batang-Pemalang, waktu tempuh pengiriman logistik menjadi lebih terukur, mesin kendaraan lebih awet karena minim stop-and-go, dan yang terpenting, Anda turut berkontribusi langsung dalam menjaga nyawa pengguna jalan lain di jalur Pantura.
















