Atasi Banjir Rob Menahun Pekalongan, Rizal Bawazier Minta Anggaran Tanggul Sungai Meduri Tak Ditunda

  • Bagikan
banner 468x60

PEKALONGAN – Banjir rob dan limpasan air hujan yang menahun di wilayah Pekalongan terus menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Merespons jeritan warga yang tak kunjung usai, Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKS, Rizal Bawazier, meninjau langsung kondisi memprihatinkan di bantaran Sungai Meduri, Pekalongan.

Dalam peninjauan lapangan di Daerah Pemilihan (Dapil) X Jawa Tengah tersebut, Rizal menegaskan bahwa langkah konkret harus segera diambil. Ia mengaku telah melayangkan surat resmi kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) serta Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian PUPR untuk mengupayakan solusi permanen bagi warga terdampak.

Example 300x600

“Kami sebagai anggota DPR pernah mengajukan surat kepada Pak Menteri dan Dirjen Sumber Daya Air. Alhamdulillah, kami sudah mendapatkan jawaban yang positif,” ujar Rizal Bawazier saat memberikan keterangan langsung di tepi Sungai Meduri.

Berdasarkan koordinasi yang telah dilakukan, Rizal membawa kabar baik bagi masyarakat Pekalongan. Kementerian PUPR berkomitmen untuk membangun tanggul di sepanjang bantaran Sungai Meduri. Proyek strategis ini direncanakan berjalan multiyears, dimulai pada tahun ini hingga tahun depan.

Tanggul ini nantinya akan berfungsi ganda: membendung dorongan air pasang laut (rob) dari arah utara, sekaligus menahan derasnya aliran air hujan yang mengalir dari wilayah selatan Kabupaten Pekalongan. Kombinasi kedua faktor alam ini selama ini disinyalir menjadi penyebab utama banjir parah di kawasan bantaran.

Jangan Ditunda, Warga Sudah Menderita Bertahun-tahun

Mengingat urgensi di lapangan, Politisi PKS ini mewanti-wanti agar alokasi anggaran yang sudah direncanakan untuk tahun ini tidak mengalami hambatan birokrasi atau penundaan dalam bentuk apa pun.

“Saya mohon dengan sangat atas nama warga masyarakat Kota Pekalongan, karena ini sudah bertahun-tahun tidak bisa diselesaikan. Hanya harapan dari Pak Menteri bagaimana caranya supaya warga Kota Pekalongan, khususnya di bantaran Meduri ini, tidak terjadi banjir lagi,” tegas Rizal.

Rizal menambahkan, kondisi di lapangan sangat krusial karena setiap kali banjir melanda, dampaknya sangat masif merusak pemukiman dan melumpuhkan roda ekonomi warga.

“Sangat parah sekali kalau terjadi banjir. Jadi, anggaran yang diharapkan untuk dapat dipergunakan tahun ini, benar-benar dapat dipergunakan tahun ini,” imbuhnya.

Menutup keterangannya, Rizal Bawazier menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Kementerian PUPR atas respons cepat terhadap surat aspirasi yang ia kirimkan. Ia menegaskan akan terus mengawal jalannya proyek dari Senayan hingga fisik tanggul benar-benar berdiri kokoh dan membebaskan warga Pekalongan dari jerat banjir rob.

Penulis: HersaEditor: Hersa
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *