Investigasi Mendalam: Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Air India Flight 171?

  • Bagikan
Investigasi Mendalam: Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Air India Flight 171?
Foto: Anggota tim penyelamat bekerja saat asap mengepul di lokasi jatuhnya pesawat Air India di Ahmedabad, India, 12 Juni 2025. (REUTERS/Amit Dave) Anggota tim penyelamat bekerja saat asap mengepul di lokasi jatuhnya pesawat Air India di Ahmedabad, India, 12 Juni 2025. (REUTERS/Amit Dave)
banner 468x60

Ahmedabad, India – Tragedi mengerikan yang menimpa Air India Flight 171 pada Kamis, 12 Juni 2025 siang waktu setempat, menyisakan duka mendalam dan tanda tanya besar. Pesawat Boeing 787-8 Dreamliner yang bertolak dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel, Ahmedabad, menuju London Gatwick itu meledak sesaat setelah lepas landas, menewaskan 265 dari 266 penumpang dan awak.

Insiden ini tidak hanya menjadi kecelakaan fatal pertama bagi Dreamliner, tetapi juga memicu investigasi skala besar untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di ketinggian 1,5 kilometer dari landasan pacu.

Example 300x600

Tim investigasi gabungan yang melibatkan pakar dari India, Inggris, dan Amerika Serikat kini tengah bekerja keras. Fokus utama mereka adalah menganalisis kotak hitam—perekam suara kokpit (CVR) dan perekam data penerbangan (FDR)—yang diharapkan dapat memberikan gambaran kronologis dan teknis yang akurat mengenai detik-detik terakhir penerbangan AI171.

Kronologi Singkat Menuju Tragedi

Pesawat yang dikemudikan oleh Kapten Sumeet Sabharwal dan co-pilot Clive Kundar, keduanya pilot berpengalaman dengan 9.000 jam terbang, lepas landas pada pukul 13:39 waktu setempat. Menteri Dalam Negeri India Amit Shah mengonfirmasi bahwa pesawat membawa 100 ton bahan bakar penuh.

Namun, tak lama setelah mengudara, kokpit mengeluarkan sinyal bahaya atau mayday call yang putus. Setelah itu, tidak ada lagi komunikasi dari pesawat.

Satu-satunya penumpang yang selamat melaporkan mendengar ledakan keras dan merasakan pesawat kesulitan mencapai ketinggian. Rekaman video yang tersebar menunjukkan pesawat terbang sangat rendah di atas permukiman padat sebelum akhirnya terus menurun dan meledak.

Data terakhir yang dikirimkan menunjukkan pesawat hanya mencapai ketinggian 190 meter sebelum kehilangan kendali sepenuhnya. “Tak ada waktu baginya [pilot] untuk bereaksi jika kedua mesin tak berfungsi,” ujar seorang pilot yang berbicara kepada BBC, mengindikasikan tingkat keparahan situasi darurat yang mungkin terjadi.

Teori-Teori Utama yang Diselidiki

Meskipun investigasi masih berlangsung, beberapa teori utama telah muncul dari analisis awal para pakar aviasi:

  1. Kegagalan Dua Mesin Secara Simultan: Ini adalah spekulasi terkuat. Meskipun sangat jarang terjadi, kegagalan kedua mesin sekaligus bisa disebabkan oleh kontaminasi bahan bakar atau penyumbatan pada sistem bahan bakar yang presisi. Jika aliran bahan bakar terhambat, mesin bisa mati secara mendadak. GE Aerospace, produsen mesin Dreamliner, telah mengirimkan tim ke India untuk mendukung penyelidikan aspek ini. Kejadian semacam ini pernah dialami dalam “Keajaiban di Hudson”, meskipun dengan hasil yang berbeda.

  2. Serangan Burung (Bird Strike) Serius: Lingkungan sekitar Bandara Ahmedabad dikenal memiliki populasi burung yang tinggi. Data Kementerian Penerbangan Sipil India bahkan mencatat ratusan insiden bird strike di wilayah Gujarat setiap tahunnya. Jika seekor atau sekelompok burung berukuran besar tersedot ke dalam mesin, terutama pada fase kritis setelah lepas landas, hal itu dapat menyebabkan kerusakan parah dan hilangnya daya dorong yang fatal, seperti insiden Jeju Air tahun lalu.

  3. Kesalahan Konfigurasi Penutup Sayap (Flaps): Penutup sayap memegang peran krusial dalam membantu pesawat mendapatkan daya angkat saat lepas landas. Beberapa pakar menyarankan kemungkinan penutup sayap tidak memanjang dengan sempurna. Dalam kondisi suhu tinggi (hampir 40 derajat Celcius) yang membuat udara lebih tipis, bahkan kesalahan konfigurasi kecil dapat berdampak besar pada kemampuan pesawat untuk mencapai ketinggian yang aman. Meskipun Boeing 787-8 memiliki sistem peringatan konfigurasi lepas landas, jika ada kesalahan manusia dalam prosedur pengaturan flaps, hal itu tetap bisa memicu masalah.

Menanti Jawaban dari Kotak Hitam

Penyelidikan saat ini berfokus pada analisis data dari kotak hitam. Perekam suara kokpit akan mengungkapkan percakapan terakhir antara pilot, komunikasi mereka dengan menara kontrol, dan suara-suara di dalam kokpit yang mungkin mengindikasikan jenis kegagalan yang terjadi.

Sementara itu, perekam data penerbangan akan memberikan informasi rinci tentang kecepatan, ketinggian, kinerja mesin, posisi kontrol penerbangan, dan parameter teknis lainnya pada setiap detik penerbangan.

Temuan dari kotak hitam akan menjadi bukti paling krusial untuk mengonfirmasi atau menepis teori-teori yang ada. Hasil investigasi ini tidak hanya penting untuk keluarga korban yang berhak mendapatkan jawaban, tetapi juga bagi industri penerbangan global untuk meningkatkan standar keselamatan dan mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang. Dunia menanti dengan cemas pengungkapan apa yang sebenarnya terjadi pada Air India Flight 171.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *