SEMARANG — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kota Semarang terus memperkuat posisinya sebagai organisasi pers yang profesional dengan membangun hubungan antar-lembaga. Langkah konkret ini diwujudkan melalui pertemuan strategis bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kedungpane Semarang.
Kunjungan resmi ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD IWOI Kota Semarang, Siswanto, didampingi oleh Bendahara Antonius Joko Ris Pitoyo, Wakil Ketua DPW IWOI Jawa Tengah Agus Sutriyanto, serta Ketua Bidang Kepemudaan Jonatan Dheovan P.
Rombongan IWOI disambut secara langsung di Lapas Kelas I Kedungpane oleh Kepala Lapas (Kalapas), Tohari, bersama jajaran pejabat struktural dan staf, termasuk Cahyo, Ahmad, Ridwan, dan Dhevan. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana hangat namun sarat dengan pembahasan substansial mengenai kolaborasi kedua institusi.
Memperkuat Ekosistem Informasi yang Sehat
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat bahwa sinergi antara insan pers dan institusi pemasyarakatan adalah kebutuhan strategis di era keterbukaan informasi. Fokus utama diskusi adalah menciptakan kesepahaman dalam penyajian berita yang objektif, berimbang, dan edukatif.
Ketua DPD IWOI Kota Semarang, Siswanto, menekankan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah awal membangun kemitraan yang produktif.
“Kami memandang Lapas sebagai mitra strategis. IWOI berkomitmen untuk menjalankan fungsi pers secara profesional, siap mengawal keterbukaan informasi, serta mendukung publikasi program-program pembinaan warga binaan agar diketahui publik secara luas dan utuh,” tegas Siswanto.
Respons Positif Pihak Lapas
Menanggapi hal tersebut, Kalapas Kelas I Kedungpane, Tohari, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif IWOI Kota Semarang. Ia mengakui bahwa peran media sangat vital dalam mendukung kinerja pemasyarakatan, khususnya dalam aspek humanisasi dan transparansi.
“Sinergi dengan rekan-rekan media sangat kami butuhkan. Melalui pemberitaan yang positif dan konstruktif, masyarakat dapat memahami bahwa Lapas bukan hanya tempat penghukuman, melainkan tempat pembinaan dan transformasi diri,” ujar Tohari.
Rencana Tindak Lanjut
Pertemuan strategis ini menghasilkan beberapa poin rencana kerja sama ke depan. Di antaranya adalah pelibatan pers dalam publikasi kegiatan pembinaan kemandirian, program edukasi hukum bagi masyarakat, serta kegiatan kepemudaan yang melibatkan jurnalis sebagai mitra aktif.
Melalui audiensi ini, diharapkan terjalin hubungan yang sinergis dan berkelanjutan antara DPD IWOI Kota Semarang dan Lapas Kelas I Kedungpane, guna mewujudkan transparansi, akuntabilitas, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja institusi negara.
(Tim Redaksi)





