Pemalang – Sebuah kecelakaan tunggal tragis di Jalan Desa Mengori, Kecamatan Pemalang, pada Senin (20/10/2025) yang menewaskan satu korban telah mendapat klarifikasi dari pihak desa dan kontraktor proyek. Hasil diagnosa medis dari RSUD Pemalang menguatkan dugaan bahwa kematian korban bukan murni akibat kecelakaan atau kelalaian proyek, melainkan dipicu oleh kondisi kesehatan korban, yakni sakit jantung.
Kronologi: Keluhan Dada Sakit Sebelum Jatuh
Peristiwa nahas ini terjadi ketika korban, yang diidentifikasi sebagai warga yang baru pulang dari Jakarta dan tinggal di depan sekolah SD setempat, sedang dalam perjalanan pulang.
Menurut Cipto, selaku Kesra Desa Mengori, kronologi bermula dari keluhan korban saat masih di tempat kerja. “Korban izin dari pekerjaan karena dadanya sakit, dan terus pulang. Sampai di Mengori, [korban] roboh arahnya ke samping tumpukan batu drainase,” ujar Cipto.
Kepala Desa Mengori, Suharti, menambahkan bahwa korban sudah menahan sakit dari tempat kerja. “Iya jadi sudah menahan sakit dari tempat kerja, katanya dadanya sesek, kebetulan pas di pemakaman mungkin sudah gak kuat dan jatuh,” jelas Suharti. Korban diketahui oleng ke kanan dan mengenai tumpukan material batu proyek drainase. Istri korban juga membenarkan bahwa korban memang habis sakit namun dipaksakan berangkat kerja.
Diagnosa Medis Pastikan Penyebab Kematian Adalah Jantung
Meskipun korban sempat dievakuasi oleh warga sekitar ke RSUD Pemalang, nyawanya tidak tertolong. Baik pihak desa maupun kontraktor proyek drainase di lokasi kejadian menggarisbawahi hasil pemeriksaan dari rumah sakit.
“Diagnosa dari rumah sakit itu sakit jantung,” tegas Cipto.
Hal serupa juga disampaikan oleh Awang, kontraktor proyek pengerjaan drainase, yang menjelaskan bahwa korban sempat mengeluh sakit kepala dan dada sesak ke keluarga sebelum jatuh. “Sebagai informasi, bahwa korban saat di rumah sakit didiagnosa itu jantung,” tutup Awang.
Proyek Telah Pasang Rambu-rambu Keselamatan
Terkait aspek keselamatan proyek, Awang menegaskan bahwa pihak kontraktor telah memasang rambu-rambu di lokasi pengerjaan drainase tersebut.
Dengan adanya keterangan dari pihak desa dan kontraktor, serta hasil diagnosa medis yang konsisten, kecelakaan tunggal ini diduga kuat terjadi karena kondisi kesehatan korban yang mendadak memburuk (serangan jantung), yang kemudian menyebabkan korban kehilangan kendali dan terjatuh di sekitar tumpukan material proyek.

















