Rizal Bawazier Ultimatum Para Menteri: Buang Ego Sektoral Demi Swasembada Gula 2027!

  • Bagikan
Rizal Bawazier Anggota Komisi VI DPR RI berbicara dalam RDP terkait swasembada gula nasional 2027
Rizal Bawazier Anggota Komisi VI DPR RI berbicara dalam RDP terkait swasembada gula nasional 2027
banner 468x60

JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier, memberikan peringatan keras kepada jajaran kementerian terkait untuk segera menyinergikan kebijakan demi mewujudkan swasembada gula nasional. Rizal menegaskan bahwa target besar pemerintah di tahun 2027 hanya akan menjadi wacana jika ego sektoral antar-lembaga tidak segera dihentikan.

Ultimatum tersebut disampaikan Rizal dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang menghadirkan Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, serta pimpinan BUMN pangan di Gedung DPR RI, Senayan, Rabu (8/4/2026).

Example 300x600

Rizal Bawazier menyoroti adanya perbedaan persepsi yang tajam antar-menteri, terutama terkait implementasi Pasal 30 PP No. 26 Tahun 2021. Aturan ini mewajibkan importir gula rafinasi memiliki kebun tebu sendiri, namun koordinasi di lapangan dinilai masih carut-marut.

“Kami melihat adanya perbedaan persepsi antar menteri. Untuk kepentingan rakyat, kami mohon semua pihak duduk bareng dengan pemikiran yang jernih. Setiap pemimpin akan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya,” tegas Rizal dalam rapat tersebut.

Menurutnya, sinkronisasi aturan adalah harga mati agar industri gula dalam negeri bisa tumbuh sehat dan memberikan kepastian bagi para petani serta pelaku usaha.

Lebih lanjut, politisi senior ini mengingatkan bahwa pertemuan lintas sektoral seperti RDP ini harus menghasilkan solusi konkret untuk menyelesaikan hambatan struktural. Ia mengkritik keras jika rapat-rapat koordinasi hanya berakhir sebagai agenda formalitas tanpa eksekusi nyata.

Rizal juga menyinggung perlunya perubahan regulasi yang mendukung produksi nasional, sebagaimana yang sempat digaungkan oleh Menteri Pertanian. Ia menilai, tanpa kerja sama solid, restrukturisasi BUMN pangan—seperti penggabungan PT PG Rajawali I dan II ke dalam PTPN Group—tidak akan berdampak maksimal pada rantai pasok gula.

Meski melayangkan kritik tajam, Rizal tetap memberikan apresiasi atas tekad pemerintah mengejar swasembada gula 2027. Namun, ia menekankan bahwa apresiasi tersebut harus dibayar dengan kerja nyata dan transparansi dalam setiap kebijakan.

“Tekad swasembada gula 2027 itu bagus sekali. Kami berharap itu benar-benar bisa dilakukan dengan langkah konkret dan bukan sekadar wacana,” pungkasnya.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *